
"Penguatan ekonomi masyarakat desa merupakan tulang punggung ekonomi nasional, karena itu ekonomi di perdesaan perlu diperkuat dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah."

"Penguatan ekonomi masyarakat desa merupakan tulang punggung ekonomi nasional, karena itu ekonomi di perdesaan perlu diperkuat dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah."

Transparansi dalam penggunaan dan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tampaknya menjadi perhatian khusus legislator, Nizar Zahro.

Siang itu, beberapa ruang pemimpin DPRD Provinsi Jawa Timur terlihat sepi, meja penjaga dan sekretaris pemimpin pun tak ada orangnya.

"Saya dengar, Depdiknas menggelontor dana Rp900 miliar untuk peningkatan gaji guru 'madin' (madrasah diniah). Karena itu, saya akan mendorong dana itu tersalur merata," demikian janji yang dilontarkan Drs. Mohammad Ibrohim Adib, S.H. yang terpilih menjadi legislator di DPRD Provinsi Jawa Timur untuk

"Pengembangan ekonomi kerakyatan seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM) itulah program prioritas yang akan saya perjuangkan dalam kurun waktu lima tahun ke depan."

Pengembangan pendidikan di pedesaan, khususnya pendidikan di lingkungan pondok pesantren di Madura, tampaknya menjadi perhatian serius legislator DPRD Jawa Timur, Moh. Hasan Asy'ari, AS.

"Selama ini, perda (peraturan daerah) hanya diproduk, tetapi realisasi di lapangan selalu tidak sejalan dengan perda, belum lagi ketika perda itu menjadi pro dan kontra masyarakat."

Program-program kerakyatan seperti kesehatan, pendidikan, pertanian, dan pelayanan publik agaknya menjadi target Muhammad Muchtar.

Sebagai legislator baru yang dilahirkan di Pamekasan, Madura pada 2 Desember 1976, Badrut Tamam, bercita-cita ingin berjuang mengangkat citra Madura, khususnya pemuda Madura.

Menjalankan amanat masyarakat kecil sesuai sumpah saat dilantik menjadi wakil rakyat (31/8/2009) memang dapat dijumpai dalam setiap visi dan misi mayoritas para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
