Sidoarjo - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo memberikan pelayanan pembuatan sertifikat tanah sehari jadi melalui program Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah (Larasita) menyusul adanya tanah warga yang tak bersertifikat.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberdayaaan BPN Kabupaten Sidoarjo, Seno Prasetyo, Selasa, mengatakan, pihaknya juga melayani pembuatan sertifikat dengan cara datang ke lokasi atau jemput bola.

"Artinya, dalam pelayanan ini, petugas BPN yang datang ke lokasi desa atau kelurahan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan pembuatan sertifikat," katanya saat melakukan pelayanan pembuatan sertifikat tanah di Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Ia menjelaskan, program Larasita tersebut dilaksanakan oleh kantor BPN Kabupaten Sidoarjo hampir setiap bulan sekali sampai dengan dua kali.

"Program Larasita ini kami lakukan hampir setiap bulan bahkan kadang-kadang tiap satu pekan sekali. Tergantung dari permintaan masyarakat yang ingin dilayani dalam pengurusan sertifikat," katanya.

Ia mengatakan, program Larasita kali ini, BPN Kabupaten Sidoarjo memberikan sebanyak 83 sertifikat tanah kepada para pemohon.

"Namun tidak berhenti sampai di sini saja, apabila masih ada yang mengajukan dan minta dilayani dalam program Larasita ini tentu kami akan layani, asalkan syarat-syaratnya telah terpenuhi," katanya.

Menurutnya, ketentuan yang bisa dilayani dalam program Larasita antara lain perubahan dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik (HM) untuk rumah tempat tinggal tanpa ganti blanko, hapusnya Hak Tanggungan (HT) Roya, pengukuran dan pendaftaran pertama kali.

Sementara salah satu pemohon, Prapti, mengatakan bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya program Larasita tersebut.

"Tentu program ini sangat membantu kita dalam pengurusan sertifikat tanah, karena saya tidak perlu susah-susah datang ke Kantor BPN di Sidoarjo. Cukup disini dan langsung dilayani, tidak sampai sehari sudah jadi," katanya.

Pada kesempatan itu Prapti, melakukan perubahan dari HGB menjadi HM untuk rumah tempat tinggalnya yang hanya dikenakan biaya sebesar Rp50 ribu. (*)