Surabaya - DPD I Partai Golkar Jawa Timur sudah menyiapkan kader terbaiknya untuk maju dalam bursa Pemilihan Gubernur yang digelar 2013.

Menurut Ketua DPD I Partai Golkar Jatim Martono, meski baru dilakukan dua tahun mendatang, namun target yang dicanangkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Abu Rizal Bakrie bahwa Golkar harus memenangkan Pilkada Jatim membuatnya melakukan berbagai persiapan.

"Kami akan pilih kader partai yang secara kualitas dan kuantitas sangat mumpuni. Diantaranya beberapa nama bupati/wali kota asal Golkar yang saat ini menjabat," ujarnya Martono, Minggu.

Beberapa nama yang mencuat antara lain yakni Bupati Malang Rendra Kresna dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Hanya saja, pihaknya tidak mau gegabah dan menantikan dulu perkembangan politik di Jatim ke depan.

Di samping itu, pihaknya juga menunggu hasil keputusan teknis pemilihan gubernur mendatang. Ini karena ada wacana bahwa pemilihan kepala daerah ditentukan oleh 100 anggota DPRD Jatim.

"Kalau itu keputusannya, tentu kami juga akan melakukan persiapan, salah satunya membentuk kekuatan di parlemen untuk mengusung nama calon. Apalagi perolehan kursi Golkar di DPRD Jatim hanya 13 kursi saja," tukas politisi berkaca mata tersebut.

Namun, lanjut Martono, jika pemilihan tetap dipilih oleh rakyat, maka itu dianggap lebih menguntungkan partainya. Terlebih pada Pilkada di Jatim hingga saat ini, Golkar memiliki 18 kader yang duduk di kursi eksekutif daerah.

"Kalau disuruh memilih, jelas kami condong ke pemilihan langsung. Tapi itu semua terserah perkembangan politik di Jatim ke depan. Kami sudah menyiapkan semuanya," kata pria yang juga seorang dosen tersebut.

Sementara itu, disinggung kemungkinan berkoalisi dengan Partai Demokrat yang hampir dipastikan tetap mengusung nama Soekarwo, guru besar Universitas Surabaya tersebut mengaku bisa saja terjadi.

Menurut dia, bentuk koalisi seperti apa masih bisa dibicarakan dan dibahas selanjutnya.

"Bisa saja calon gubernurnya Soekarwo, kemudian calon wakilnya dari Golkar. Atau bahkan sebaliknya. Semua masih bisa terjadi," tutur pria yang Pilkada Gubernur Jatim 2008 lalu menjadi Ketua Tim Pemenangan Soekarwo-Gus Ipul tersebut.