Surabaya - Penderita penyakit "atresia bilier" atau saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal seperti yang diderita Bilqis mulai bermunculan di RSUD dr. Soetomo, Surabaya.

Direktur RSUD dr. Soetomo Bidang Pelayanan Medik, dr. Urip Murtedjo, Sp.B (KL), di Surabaya, Selasa, mengatakan, selain Ramadhan Aidil Saputra asal Kabupaten Trenggalek, kini rumah sakit terbesar di Jawa Timur itu telah menerima pasien "atresia bilier" baru lagi.

Pasien yang terakhir ini bernama Valdo Ivander Akhyar asal Kabupaten Tuban. "Kami masih mendalami penyakit yang dia derita. Apakah 'atresia biler' atau bukan," katanya.

Menurut dia, bocah berusia 4,2 tahun itu sebelumnya dirawat di RS Citra Medika Tuban. Oleh dokter rumah sakit itu, anak hasil pernikahan Saiful dan Suyutik tersebut divonis menderita "atersia bilier".

"Untuk memastikan, apakah dia benar-benar kena 'atresia bilier' atau tidak, kami masih mendiagnosisnya lebih dalam lagi," kata Murtedjo menambahkan.

Sementara itu, Saiful, orang tua Valdo, menuturkan, sejak anaknya masih berusia 18 hari, sekujur tubuh Valdo menguning. "Bahkan pupil matanya juga menguning," katanya saat ditemui di RSUD dr. Soetomo.

Ia dan istrinya pun langsung membawa Valdo ke dokter. “Waktu itu, oleh dokter anak saya mengalami kekurangan cairan. Istri saya diminta untuk memperbanyak memberikan ASI," katanya.

Namun ternyata kondisi Valdo semakin memburuk sehingga Valdo dibawa ke RS Citra Medika Tuban. Di rumah sakit itu Valdo sempat dirawat sembilan hari sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.